Kata Kata Anti Penolakan Konsumen
Dari buku “Tested Sentences That Sells”, karya Elmer Wheller sang master. Perhatikan, Wheller telah melakukan riset selama 10 tahun yang akan menjadikan keuntungan untuk Anda hari ini dengan mengurangi resiko penolakan untuk apa yang Anda tawarkan.
Ini adalah contoh-contoh hebat dari Wheller. Kuncinya Adalah dengan menanyakan pertanyaan yang tepat. Kalimat ini telah terbukti sukses supaya pelanggan bengkel Anda mau mengganti oli-nya.
Anda tahu kalimat ini tidak berguna, “Can I check your oil?” (Boleh saya cek oli Anda? –red.).
Pertanyaan ini lebih mudah dijawab dengan “tidak”. Pertanyaan terbaik yang Wheller temukan adalah “Is your oil at the safe driving level?” (Apakah oli Anda pada level aman untuk kendaraan? –red.) Pertanyaan ini berhasil 58% setiap kali.
Baca Juga: Kategori Respon Permintaan Konsumen
Wheller juga menemukan jika seorang waiter bertanya, “Would you care to order a red or white wine with your dinner?” (Apakah Anda mau memesan wine merah atau putih bersama makan malam Anda? –red. Maaf bahasa inggris saya kurang baik, tapi kira-kira seperti itu;) Pertanyaan itu dapat menggandakan penjualan wine tersebut.
Atau, pertanyaan yang sering kita dengar dari waiter, “Small or larger?” (Besar atau kecil? –red.) jawaban biasanya adalah “I’ll take the samall” (Saya ambil yang kecil. –red.) Ubah pertanyaannya menjadi “Large one?” (yang besar? –red) terbukti 7 dari 10 orang akan mengatakan “ya”.
Jadi Anda harus pinter-pinter membuat pertanyaan yang tepat sehingga orang lain akan setuju dengan apa yang Anda tawarkan. Elemen hebat yang ditemukan Wheller yaitu.
Yaitu pertanyaan yang jangan sampai lawan bicara Anda mengatakan “So what gitu loh.” Contoh: “Apakah Anda peduli pada masa depan keuangan Anda?” jika ya… coba kunjungi www.fachriaja.com untuk menjadi pribadi yang lebih baik bagi masa depan Anda.
Seperti pada contoh “red or white wine”. Dengan pertanyaan yang TEPAT, Anda akan mendapatkan jawaban yang Anda inginkan. Pertanyaan ini akan cocok untuk Anda yang menawarkan makanan secara basa-basi, maksudnya jika Anda tidak ingin direpotkan oleh teman Anda yang sedang berkunjung kerumah
Namun, Anda harus menawarkan makan. inilah pertanyaan yang tepat. “Mau makan nggak?”
Pertanyaan itu lebih mudah dijawab “nggak usah…” kecuali teman Anda sedang benar-benar lapar.
Tapi, jika Anda memang serius untuk memberikan suatu makanan pada tamu atau teman Anda, ini adalah pertanyaan yang tepat.
“Mau makan atau mau ngemil?”
Setidaknya teman Anda akan menjawab, “ngemil… boleh juga”.
That’s it… Saya tahu Anda bisa lebih kreatif lagi. Jawaban apa yang Anda inginkan, buat pertanyaan yang tepat dan Anda bisa mengurangi resiko penolakan.
Semoga bisnis Anda lebih sukses dengan ide-ide yang tidak pernah Saya pikirkan selama
seperempat abad kebelakang. And thanks a loooooootttt… to the master, Elmer Wheller…
Kata Kata Anti Penolakan Konsumen Yang Wajib Dipraktekkan
| Kata Kata Anti Penolakan Konsumen |
Ini adalah contoh-contoh hebat dari Wheller. Kuncinya Adalah dengan menanyakan pertanyaan yang tepat. Kalimat ini telah terbukti sukses supaya pelanggan bengkel Anda mau mengganti oli-nya.
Anda tahu kalimat ini tidak berguna, “Can I check your oil?” (Boleh saya cek oli Anda? –red.).
Pertanyaan ini lebih mudah dijawab dengan “tidak”. Pertanyaan terbaik yang Wheller temukan adalah “Is your oil at the safe driving level?” (Apakah oli Anda pada level aman untuk kendaraan? –red.) Pertanyaan ini berhasil 58% setiap kali.
Baca Juga: Kategori Respon Permintaan Konsumen
Wheller juga menemukan jika seorang waiter bertanya, “Would you care to order a red or white wine with your dinner?” (Apakah Anda mau memesan wine merah atau putih bersama makan malam Anda? –red. Maaf bahasa inggris saya kurang baik, tapi kira-kira seperti itu;) Pertanyaan itu dapat menggandakan penjualan wine tersebut.
Atau, pertanyaan yang sering kita dengar dari waiter, “Small or larger?” (Besar atau kecil? –red.) jawaban biasanya adalah “I’ll take the samall” (Saya ambil yang kecil. –red.) Ubah pertanyaannya menjadi “Large one?” (yang besar? –red) terbukti 7 dari 10 orang akan mengatakan “ya”.
Jadi Anda harus pinter-pinter membuat pertanyaan yang tepat sehingga orang lain akan setuju dengan apa yang Anda tawarkan. Elemen hebat yang ditemukan Wheller yaitu.
1.Tanyakan pertanyaan yang menembus pertentangan mental lawan bicara Anda
Yaitu pertanyaan yang jangan sampai lawan bicara Anda mengatakan “So what gitu loh.” Contoh: “Apakah Anda peduli pada masa depan keuangan Anda?” jika ya… coba kunjungi www.fachriaja.com untuk menjadi pribadi yang lebih baik bagi masa depan Anda.
2. Mengemas kata-kata untuk memberikan pilihan antara sesuatu dengan susuatu, bukan sesuatu dengan tidak ada
Seperti pada contoh “red or white wine”. Dengan pertanyaan yang TEPAT, Anda akan mendapatkan jawaban yang Anda inginkan. Pertanyaan ini akan cocok untuk Anda yang menawarkan makanan secara basa-basi, maksudnya jika Anda tidak ingin direpotkan oleh teman Anda yang sedang berkunjung kerumah
Namun, Anda harus menawarkan makan. inilah pertanyaan yang tepat. “Mau makan nggak?”
Pertanyaan itu lebih mudah dijawab “nggak usah…” kecuali teman Anda sedang benar-benar lapar.
Tapi, jika Anda memang serius untuk memberikan suatu makanan pada tamu atau teman Anda, ini adalah pertanyaan yang tepat.
“Mau makan atau mau ngemil?”
Setidaknya teman Anda akan menjawab, “ngemil… boleh juga”.
That’s it… Saya tahu Anda bisa lebih kreatif lagi. Jawaban apa yang Anda inginkan, buat pertanyaan yang tepat dan Anda bisa mengurangi resiko penolakan.
Semoga bisnis Anda lebih sukses dengan ide-ide yang tidak pernah Saya pikirkan selama
seperempat abad kebelakang. And thanks a loooooootttt… to the master, Elmer Wheller…
Komentar
Posting Komentar